Ngeseng sawa secara langsung dengan segala upacaranya. Dalam Lontar sastra "Yama Purwana tattwa dan Purwa Pubha Sesana." Tata cara itu disebut Mapendem ring geni (Mekingsan Ring Geni). Adapun tata caranya adalah setelah sawa(mayat) tiba di setra. Sawa diusung mengelilingi bale pebasmian sebanyak 3 kali searah dengan putaran jarum jam (Purwadaksina) Kemudian sawa diturunkan dan diletrakan pada tempat pegesengan, tali kendit/ante diputus dengan belakas yang telah disediakan (blakas diisi dengan bakang-bakang kayu dan kayu pemuhun). Kain pengerubung sawa dibagian kepala dibuka dan bentangkanlah kain penyaring diatasnya sebagai sarana untuk menyaring tirtha. Kemudian dilanjutkan dengan memercikan tirtha penembak/pemanah, panglukatan, pabersihan, pangentas, dan tirtha dari sesuhunan, khayangan tiga, dan tirta purwa. kemudian diatas dada sawa (mayat) diletakkan upakara-upakara sebagai berikut : Bubur pirata putih kuning 2 tanding, canang 7 tanding, beras catur warna masing-masing 1 ceper (putih, merah, kuning, dan hitam), kemudian dilanjutkan dengan ngeseng mengunakan api upacara. Setelah sawa jadi abu semuanya, kemudian diatasnya ditutupi dengan dua buah (papah) daun pinang, disebut dengan istilah "penyeeb" kemudian Pungut abu tulangnya, tempatkan pada payuk suci berisi air kumkuman. Abu tulang di haluskan dan dimasukan kedalam kelapa gading yang sudah dikasturi dan diwujudkan dalam bentuk puspa asti. Abu lainnya direka seperti bentuk manusia dan dipasangi kwangen di ubun-ubun 1buah, dahi 1buah, dikerongkongan 1 buah, dihulu hati 1 buah, dipusar 1 buah, diantara pusar dan kemaluan 1 buah, diantara kemaluan dan pantat 1 buah, dimata 2 buah, telinga 2 buah, hidung 2 buah, bahu 1 buah, kaki 2 buah, tangan 2 buah, diperut 1 buah, dikemaluan 1 buah, dan dipantat 1 buah . Fotodue ;@culture.bali Sumber ; Tingkatan-Tingkatan Dalam Upahcara Ngaben #infobudayabali #BaliyangBali #UpahcaraPitraYadnya #mekingsanringgeni #tradisibali

* Prosesi Upahcara Mekingsan Ring Geni* Ngeseng sawa secara langsung dengan segala upacaranya. Dalam Lontar sastra "Yama Purwana tattwa dan Purwa Pubha Sesana." Tata cara itu disebut Mapendem ring geni (Mekingsan Ring Geni). Adapun tata caranya adalah setelah sawa(mayat) tiba di setra. Sawa diusung mengelilingi bale pebasmian sebanyak 3 kali searah dengan putaran jarum jam (Purwadaksina) Kemudian sawa diturunkan dan diletrakan pada tempat pegesengan, tali kendit/ante diputus dengan belakas yang telah disediakan (blakas diisi dengan bakang-bakang kayu dan kayu pemuhun). Kain pengerubung sawa dibagian kepala dibuka dan bentangkanlah kain penyaring diatasnya sebagai sarana untuk menyaring tirtha. Kemudian dilanjutkan dengan memercikan tirtha penembak/pemanah, panglukatan, pabersihan, pangentas, dan tirtha dari sesuhunan, khayangan tiga, dan tirta purwa. kemudian diatas dada sawa (mayat) diletakkan upakara-upakara sebagai berikut : Bubur pirata putih kuning 2 tanding, canang 7 tanding, beras catur warna masing-masing 1 ceper (putih, merah, kuning, dan hitam), kemudian dilanjutkan dengan ngeseng mengunakan api upacara. Setelah sawa jadi abu semuanya, kemudian diatasnya ditutupi dengan dua buah (papah) daun pinang, disebut dengan istilah "penyeeb" kemudian Pungut abu tulangnya, tempatkan pada payuk suci berisi air kumkuman. Abu tulang di haluskan dan dimasukan kedalam kelapa gading yang sudah dikasturi dan diwujudkan dalam bentuk puspa asti. Abu lainnya direka seperti bentuk manusia dan dipasangi kwangen di ubun-ubun 1buah, dahi 1buah, dikerongkongan 1 buah, dihulu hati 1 buah, dipusar 1 buah, diantara pusar dan kemaluan 1 buah, diantara kemaluan dan pantat 1 buah, dimata 2 buah, telinga 2 buah, hidung 2 buah, bahu 1 buah, kaki 2 buah, tangan 2 buah, diperut 1 buah, dikemaluan 1 buah, dan dipantat 1 buah . Fotodue ;@culture.bali Sumber ; Tingkatan-Tingkatan Dalam Upahcara Ngaben #infobudayabali #BaliyangBali #UpahcaraPitraYadnya #mekingsanringgeni #tradisibali