Sebuah desa yang terletak di kabupaten Bangli sekitar 5km dari pusat kota Bangli dan 45km dari Denpasar. Desa ini sangat sejuk karena berada pada ketinggian 700 meter dari permukaan laut dan memiliki Luas sekitar 112 hektar . Sejarah Desa Adat Panglipuran menurut para Sesepuh, Kata Panglipuran berasal dari kata "Pengeling Pura "yang berarti tempat suci mengenang leluhur yang berasal dari Desa Bayung Gede Kintamani sedangkan pendapat lain mengatakan Desa Panglipuran berasal dari kata "Penglipur" artinya "Penghibur" sebab pada jaman Kerajaan Desa ini dijadikan tempat Peristirahatan Raja . Sistem Pemerintahaan Adatnya mengunakan sistem kuno yang di sebut "HULU APAD" dimana terdiri dari ; Prajuru Hulu Apaad dan Prajuru Adat Prajuru hulu apad terdiri dari jero kubayan, jero kubahu, jero singgukan, jero cacar, jero balung dan jero pati Prajuru Hulu Apad dijabat oleh orang yang dituakan . Keunikan lain dari Desa Adat Panglipuran Bentuk bangunan yg seragam sesuai dengan Asta kosala kosali,Asta Bumi,serta Sikut Karang, Pola tata ruang dan tata letak bangunan rumah di Desa Adat Penglipuran pada umumnya mengikuti pola Tri Mandala, serta desa adat ini memiliki Awig-Awig dilarang keras berpoligami,jika itu terjadi maka akan dikucilkan dan ditempatkan pada ujung selatan desa yg disebut Karang Memadu, serta tidak diijinkan melakukan persembahyangan diPura-Pura desa adat . Dumogi bermanfaat salam budaya . Fotodue; @sandiarthaputra #infobudayabali #DesaAdatPenglipuran #Sejarah