Wayang adalah cerminan dan suri tauladan hidup, pada masa lalu merupakan budaya yang nilai-nilainya dipakai sebagai tuntunan hidup oleh masyarakat (Muji Sutrisno dalam Bagyo Suharyono. 2005 : 15-16). Wayang dipakai sebagai sarana pertunjukan ritual, dan merupakan wujud ritus-ritus kepercayaan. Wayang adalah sebagai simbol usaha manusia untuk menyelaraskan kehidupan lahiriah dan batiniah. Wayang adalah sarana untuk menyelaraskan dan memberikan keseimbangan antara makrokosmos dan mikrokosmos (jagad gedhe dan jagad cilik), yang ada pada diri manusia (Umar Kayam dalamBagyo Suharyono. 2005 : 26). Pada dasarnya pertunjukan wayang pada masa lalu adalah sebagai upacara ritual pemujaan roh nenek moyang. Kenyataan ini memang masih terasa pada masa sekarang. Kepercayaan itu tentu erat kaitannya dengan kepercayaan kuno Indonesia, yaitu kepercayaan animisme dan dinamisme (Sujamto dalam Bagyo Suharyono. 2005 : 26-27). Didalam perkembangannya pertunjukan bayang-bayang atau wayang sering juga digunakan sebagai media pendidikan, media filosofi yang mengandung nilai-nilai luhur, pertunjukan bayang-bayang atau wayang juga digunakan pada acara larungan, ruwatan atau ritual bersih desa, yang mana orang-orang memiliki sebuah harapan agar diberikan keselamatan dan terhindar dari malapetaka serta juga mendapatkan berkah yang berlimpah ( Mulyono, 1983:53). Pentas bayang-bayang ini mencapai bentuknya yang masih sederhana pada tahun seribu (1000) sebelum masehi. Pertunjukan ini berciri Shamanisme dan berfungsi sebagai pemujaan Hyang. Dalam kurun waktu yang cukup lama dan secara evolusi, pertunjukan ini berubah menjadi pertunjukan wayang kulit yang masih sederhana (Ibid dalam Bagyo Suharyono. 2005 : 29). Wayang berfungsi sebagai tontonan dan tuntunan, dan merupakan gabungan lima jenis seni, yakni : Seni widya (filsafat dan pendidikan), seni drama (pentas dan musik karawitan), seni gatra (pahat dan seni lukis), seni ripta (sanggit dan sastra), dan seni cipta (konsepsi dan ciptaan-ciptaan baru) . Fotodue: @thebaliphotography Sumber:http://www.indosiar.com/ragam/60691/wayang-sebuah-bentuk-pengakuan-dunia dalam Warto, Supriadi dan Margana, 2011 : 10-11 ).