Dalam theologi Hindu kita mengenal konsep “Ardhanareswari”. Ardha artinya setengah, belahan yang sama. Nara artinya manusia laki-laki. Iswari artinya manusia wanita. Tanpa unsur kewanitaan, suatu penjelmaan tidak akan terjadi secara utuh dan dalam agama Hindu unsur ini mendapatkan porsi yang sama sebagaiman belahan kanan dan kiri pada manusia. Dalam Manawa Dharmasastra I.32 disebutkan Dwidha kartwatmanodeham Ardhena purusa bhawat Ardhena nari tasyam sa Wirayama smrjat prabhuh Terjemahannya: Tuhan membagi dirinya menjadi sebagian laki-laki dan sebagian menjadi perempuan (ardha nari). Darinya terciptalah viraja. Dalam Yayurveda (XIV.21) dijelaskan bahwa perempuan adalah perintis, orang yang senantiasa menganjurkan tentang pentingnya aturan dan dia sendiri melaksanakan aturan itu. Perempuan adalah pembawa kemakmuran, kesuburan, dan kesejahteraan, sebagaimana tertera pada Yayurveda, XIV. 21 berikut. Murdha asi rad dhuva asi Daruna dhartri asi dharani Ayusa twa varcase tva krsyai tva ksemaya twa Oh perempuan engkau adalah perintis, cemerlang, pendukung yang memberi makan dan menjalankan aturan-aturan seperti bumi. Kami memiliki engkau di dalam keluarga untuk usia panjang, kecemerlangan, kemakmuran, kesuburan pertanian, dan kesejahteraan. "Infobudayabali mengucapkan Selamat Hari Ibu semoga rahayu svaha" @infobudayabali; "Mengucapkan Selamat Hari Ibu dumogi Rahayu Svaha" Artwork due:@nanda_lingga221 Sumber: kutipan Lontar Manawa Dharma Sastra,Lontar Yayurveda #infobudayabali #BaliyangBali #budaya #sastra