.Om Swastiastu Semeton #infobudayabali, ngiring mangkin mengenang salah satu permainan masa lalu . Permainan Goak Maling Taluh diperkirakan muncul sekitar abad 16-19. Permainan ini merupakan jenis permainan untuk anak-anak di bawah usia antara 4-6 tahun. "Goak maling taluh gentang renteng kayu lengkong - Nyen teke uli bedauh natad meng ngadut meong" Sebuah lagu yang sangat sederhana namum memiliki arti yang dalam . "Goak" Burung Goak di Bali merupakan burung yang menjadi tetengger atau ciri-ciri hal-hal buruk yang akan terjadi pada suatu wilayah kematian Maling sama dengan mecuri, Taluh (telor) bermakna sebuah intisari dari kehidupan, Gedang Renteng yang merupakan pohon pepaya & bunganya menjuntai tapi tidak pernah berbuah merupakan pohon angker, "Kayu Lengkong" bisa diartikan kayun (pikiran) lengkong (bengkok) "Nyen teke uli bedauh Natad Meng Ngadut Meong" Secara bebas kalimat tersebut dapat diterjemahkan “ Siapa yang datang dari Barat membawa (natad) kucing dan membunting (ngadut) . Tujuan permainan ini adalah menanamkan ajaran kebaikan, memunculkan sikap-sikap bertanggung jawab, tenggang rasa, toleransi, saling melindungi dan tentunya saling mengayomi betapa hebatnya leluhur kita dalam mendidik generasinya dengan sebuah permainan yg membuat kita sadar dan tahu diri . Foto due : @yogajayen Sumber : Buku Dongen Bapak Made Taro & Dolanan Bali Raste Made . #infobudayabali #baliyangbali #filosofibali #SatraBali