*Ngusaba Bukakak* Ngusaba Bukakak jatuh pada Bulan April atau Sasih Purnama Kedasa (menurut kalender Bali) yang dilaksanakan rutin setiap 2 tahun sekali oleh Kerama Subak Dangin Yeh Desa Giri Emas. Upacara Ngusaba Subak dan Ngusaba Desa merupakan ungkapan rasa syukur dan terima-kasih kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam perwujudannya sebagai Dewi kesuburan Dewi Sri atas anugrahNya yang telah memberikan hasil panen yang melimpah. Dalam rangkaian upacara ngusaba, anggota subak dan anggota desa secara keseluruhan membuat Bukakak . Bukakak berasal dari kata Lembu dan Gagak, Lembu melambangkan Ciwa dan Gagak melambangkan Wisnu. Bukakak merupakan simbol perpaduan antara Dewa Siwa, Wisnu dan juga Dewa Sambu . Bukakak ini diwujudkan sebagai seekor Paksi (burung) Garuda yang di buat dari Ambu (daun enau muda) dan pada ujung Ambu dihias dengan bunga pucuk (kembang sepatu) Sedangkan pada Pelinggih/Jempana (Singgasana) yg berada diatas Garuda adalah seekor babi hitam matah asibak yang diproses menjadi dua warna yaitu Hitam (warna bulu asli) melambangkan Wisnu Siwa Sedangkan babi itu sendiri adalah simbol Dewa Sambu . Pelaksanaan acaranya, pada pagi hari Dangsil dipasang di Pura Pasek Selanjutnya dilakukan arak-arakan Bukakak diiringi Gong Tiknong dan baleganjur Kemudian sarana bukakak itu diusung ke sejumlah tempat sesuai "Pikayun " (keinginan) Ida Batara Pura Gunung Sekar yang sangat dijunjung warga Desa Giri Emas Sebelum berangkat, menurut kepercayaan, krama (Masyarakat) harus menyucikan diri di Pura Pancoran Emas . Pelaksanaan Ngusaba Bukakak untuk tahun ini jatuh pada Rabu 12 April 2017 Repost @reginagenika #infobudayabali #BaliyangBali #NgusabaBukakak #Buleleng #Budaya