Rahajeng Tumpek Kandang atau Tumpek Uye jatuh pada hari Saniscara Kliwon Uye . Makna dari Tumpek Kandang Dalam Lontar Sunarigama ada sebuah bait "Saniscara Kliwon Uye pinaka prakertining sarwa sato" yang artinya pada hari Saniscara Kliwon Uye hendaknya kita untuk melestarikan semua jenis hewan agar tercipta ke stabilan alam . Dalam Lontar Sarasamuscaya juga menyebutkan "Ayuwa tan masih ring sarwa prani apan prani ngaran prana" artinya : kita sebagai mahluk tertinggi hendaknya memelihara dan melestarikan binatang, karena binatang memiliki prana (kekuatan alam) . Sarana Upahcara Tumpek kandang - Untuk bebanten selamatan bagi hewan peliharaan yang berkaki empat khususnya hewan yang membantu manusia menggunakan bebanten: tumpeng tetebasan, panyeneng, sesayut dan canang raka. - Untuk selamatan bagi hewan potong / persembahan seperti babi: Tumpeng-canang raka, penyeneng, ketipat dan belayag. - Untuk bebanten sebangsa unggas, seperti: ayam, itik, burung, angsa dan lain-lainnya dibuatkan bebanten berupa bermacam-macam ketupat sesuai dengan nama atau unggas (ketupat dibentuk seperti unggas) itu dilengkapi dengan penyeneng, tetebasan dan kembang payas. . Foto due : @deksudaka Dumogi bermanfaat salam budaya #infobudayabali #baliyangbali #lontar #wariga