Sebagaimana halnya Pura Gunung Lebah yang unik dan berbeda dari pura-pura lainnya karena keberadaannya di bawah jembatan Sungai Campuhan, Ubud. Pura Gunung Lebah merupakan salah satu pura yang tegolong dalam Pura Kahyangan Jagat. Arti kata Gunung Lebah sendiri yakni sebuah bukit kecil yang ada di lembah dan bukit ini menjadi pertemuan dua luar sungai yakni Sungai Wos dan Sungai Cerik . Suasana pura ini begitu tenang dan sejuk karena keadaannya yang basah dan dikelilingi oleh hutan. Demikian juga, pura ini dirimbuni oleh batang dan daun bambu yang menambah panorama alam di sekitar hutan begitu menakjubkan. Karena ketenangan suasana dan keadaan alamnya yang masih alami, maka tak heran jika banyak orang yang mendambakan ketenangan atau bahkan bersemedi banyak yang datang ke pura ini . Pura Gunung Lebah didirikan oleh Maha Rsi Markandeya dari benua Jambudiva ( India ) di abad ke 8 dalam Lontar Markandeya Purana disebutkan Pura Gunung Lebah didirikan untuk penyawangan dari Ida Bhatara Gunung Batur . Sebutan Uos atau Wos untuk kedua sungai tersebut telah melekat menjadikan nama desa atau pemukiman, Sesuai dengan isi lontar Markandhya Purana itu “Wos atau Uos ngaran Usadi, Usadi ngaran Usada, dan Usada ngaran Ubad”. Dari kata Ubad inilah kemudian menjadi “Ubud” . Selain dari sumber tertulis berupa lontar, sejarah keberadaan Pura Gunung Lebah juga bisa dilihat dari sumber lisan atau cerita masyarakat. Dari cerita masyarakat setempat, diketahui bahwa dulunya di sekitar Pura Gunung Lebah terdapat dua raksasa luh dan muani yang tinggal goa di aliran Tukad Yeh Wos Kiwa. Raksasa tersebut sering memakan manusia yang ngayah di Pura Gunung Lebah, itu diketahui setelah banyak penari rejang yang hilang secara misterius. Pada akhirnya kedua raksasa tersebut mati, raksasa muani mati karena di tusuk menggunakan cangkul oleh seorang petani di sebuah desa yang sekarang disebut Penestanan sedangkan raksasa luh mati karena goa tempat tinggalnya di bakar oleh masyarakat setempat. Peninggalan-peninggalan dari raksasa tersebut sampai saat ini masih ada di sekitar kawasan Pura Gunung seperti ; goa raksaksa,lesung raksaksa,dan kuburan raksaksa. Photo by @achmadsholeh #infobudayabali #lontar