Dalam seni Arsitektur tradisional Bali
Kita mengenal satuan ukur rumah tradional bali dengan sebutan
.
A. SIKUT (ukuran) baik tinggi maupun luas rumah selalu menggunakan anatomi tubuh sang pemilik rumah jari, lengan dan kaki, seperti ; telapak kaki (tapak), lengan (depa), jari (lengkat). Dari unsur tangan skala ukuran berbentuk: a lengkal, a cengkal, atelek, a useran, a lek, a kacing, a musti, a sirang, a gemal, a guli tujuh, a nyari, a rai, a duangnyari, a tampak lima, a petang nyari, a tebah, tampak lima. Dari unsur lengan ukuran berbentuk: tengah depa agung, tengah depa alit, a hasta. Dari unsur kaki : a tampak dan atampak ngandang
.
B. DASAR FILOSOFI : Tuhan menciptakan manusia dengan ukuran disetiap anggota tubuhnya begitu pula manusia menciptakan bangunan agar memiliki bagian " bagian tubuh manusia seperti kepala, badan, dan kaki, serta setiap bagian bangunan diukur berdasarkan perbandingan dari anggota tubuh manusia yang telah diciptakan oleh Tuhan dengan maksud ingin menciptakan keseimbangan antara bhuawana agung dan bhuwana alit.
Dan secara fisikologis ada kesatuan dan keseimbangan dengan pemilik rumah.
Intinya kesimbangan dengan alam desa_kala_patra