Ada beberapa tarian baris yang kita ketahui. Salah satunya adalah Baris Ketekok Jago atau Baris Poleng karena kostumenya yang dominan berwarna hitam putih. Tarian ini merupakan tarian tradisional yang langka karena hanya di jumpai di Desa Tegal Darmasaba Badung dan Tangguntiti Denpasar.Tarian ini mempunyai 2 fungsi selain untuk Upacara Dewa Yadnya juga sering di pentaskan pada Upacara Pitra Yadnya.

Menurut ceritra-ceritra sejarah Tarian ini di awali dari Mayadanawa yang dapat dikalahkan maka diputuskan mendirikan empat buah kahyangan di Kedisan, Tihingan, Manukraya dan Kaduhuran. Begitu kahyangan berdiri megah, upacara dan keramaianpun diadakan dimana para Widyadari menari Rejang, Widyadara menari Baris dan Gandarwa menjadi penabuh. Legenda Mayadanawa tersebut terjadi pada saat Bali diperintah Raja Sri Candrabhaya Singha Warmadewa sebagai raja keempat dari Dinasti Warmadewa yang memerintah dari tahun 962 hingga 975. Dengan demikian dapat disimak bahwa pada abad X sudah ada Tari Baris, namun bentuknya apakah sama dengan Baris upacara yang ada sekarang, memerlukan perenungan lebih mendalam.

Dan sampai saat ini Tarian ini masih mengiringi dan mengiasi setiap keberagaman Budaya di Bali Semoga generasi penerus Bangsa dapat meneruskan & memahami Budaya Bali ini ya???? svaha #Repost @baliproadv (@get_repost) ??? BALIPRO Budaya #InfoBudayaBali #BaliyangBali #Barisketekok #Sejarah