Tirtha berasal dari bahasa Sansekerta kesuciaan atau setitik air, toya atau air suci . Dalam lontar Paniti Agama Tirtha disebutkan, “tirtha ngaran amrta” artinya tirtha adalah hidup. Sedangkan dalam lontar Agama Tirtha menyebutkan sebagai berikut : “u” ngaran uddhakam ngaran gangga, ngaran tirtha suci . Selain tirtha biasanya dilengkapi juga dengan Wija (bije), dan Bhasma yang disebut Gandhaksta. Bija adalah biji beras yang direndam dengan air cendana sedangkan bhasma adalah serbuk atau abu cendana. Cara pemakain bija dan bhasma itu biasanya disatukan, ditempelkan pada dahi di tengah kedua alis dan pada tempat yang lain. Wija adalah lambang kehidupan sebagai benih dari Tuhan, sedangkan bhasma adalah lambang peleburan dosa . Fotodue; @ardhy.sapanca #infobudayabali #BaliyangBali #MaknaTirtha #Sastra Sumber; Max Muller, Sir Monier William, Y. Kersten Svo. Dalam bahasa Bali, Tata Bahasa Bali, Kamus Bahasa Lumrah, DR. H.N. Van Der Tuuk dalam kamus Bali Kawinya, L. Mardi Warsito dalam kamus Sansekerta Indonesia yang diterbitkan oleh Pemda Tk. I Bali Kutipan blog kadek Yuni