Makepung termasuk tradisi olah raga bagi masyarakat kabupaten Jembrana di Bali. Tradisi ini adalah tradisi yang sangat menarik karena merupakan tradisi adu balap kerbau. Hampir sama dengan tradisi karapan sapi yang ada di Madura. Hanya saja di Jembrana Bali yang digunakan adalah hewan kerbau bukan sapi. Sapi adalah hewan yang disucikan oleh masyarakat Bali . Awalnya, Makepung adalah adu kekuatan kerbau dalam menarik bajak sawah di Jembrana. Namun seiring waktu berlalu, tradisi inipun banyak diikuti oleh petani lain yang ada di desa sekitar seperti desa Tegalcangkring, desa Yehembang, desa Dlod Berawah, desa Banyubiru dan desa lainnya. Dan karena berawal dari kegiatan di sawah, Makepung pun awalnya merupakan adu balap kerbau yang arenanya adalah area sawah dengan tanah berlumpur sebagai tracknya . Makepung di Jembrana memiliki aturan yang sedikit unik, bahkan diantara peraturan adu cepat lainnya yang ada didunia. Karena pemenang lomba bukan ditentukan dari siapa yang berhasil mencapai garis finish terlebih dahulu, melainkan ditentukan oleh jarak yang berhasil dibuat antar peserta yang sedang bertanding. Pemenang Makepung ditentukan jika yang terdepan didalam pertandingan berhasil menjaga jarak dengan lawan dibelakangnya sejuh 10 meter. Dan jika peserta yang berada dibelakang dapat mempersempit jarak menjadi kurang dari 10 meter, maka peserta yang dibelakanglah yang menjadi pemenang. Sedangkan untuk arena yang dijadikan track lomba adalah berupa track tanah yang bebentuk huruf U dengan panjang mencapai 2 Km . Namun kini Makepung tidak hanya diikuti oleh kalangan petani saja, melainkan sudah menjadi tradisi tersendiri bagi masyarakat Jembrana Bali dan mampu menarik wisatawan untuk ikut menyaksikannya. Dan karena mulai banyak peminat inilah, Makepung Jembrana sekarang dijadikan agenda tahunan wisata di Bali yang dikelola secara professional . Photo by @doddysudibia Sumber : Blog Saya Nusantara