Menyambut Tahun Baru, ada sebuah tradisi unik di Desa Suwat, Gianyar. Hal ini sebagai bentuk penghormatan masyarakat terhadap Sang Air. Semua warga, mulai anak-anak hingga Orang tua turut serta dalam prosesi ini . Ritual siat yeh diawali dengan persembahyangan bersama di Pura Melanting Desa Pekraman Suwat. Ratusan krama desa yang didominasi oleh anak-anak dan remaja memohon perlindungan . Setelah itu, seratus lebih masyarakat yang turut serta terbagi ke dalam empat arah. Tahap awal sebagai simbolisasi pembukaan, empat klian adat dan dinas Desa Suwat menyiram kepala satu sama lain dengan air yang sudah disucikan . Itu menjadi pertanda perang dimulai. Peserta lalu mengambil air dengan gayung. Mereka pun berperang, saling guyur satu sama lainnya. Setelah habis mereka berlari menuju ember untuk mengisi gayungnya kembali. Hal itu dilakukan berkali-kali sampai air dalam ember habis . "Ritual ini mengadopsi nilai kesucian air tukad melangge. Melangge artinya baik untuk digunakan untuk minun, untuk melukat, untuk tinta upacara agama dan yang lainnya," dan Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat desa Suwat menjadi manusia baru yang bersih dan siap untuk menghadapi tantangan ke depan yang semakin kompleks. Acara ini juga sebagai wujud kebersamaan, persatuan dan kesatuan masyaraka setempat. . Photo by @wawan_tonja Dirangkum dari berbagai sumber