Om Swastiastu rahajeng semeng semeton #InfoBudayaBali Tabuh Rah . Tabuh Rah atau tabuh getih adalah taburan darah binatang untuk persembahan dalam upacara Bhuta Yadnya sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Tattwa-Tattwa tentang mpulutuk bebanten (sesaji) dan beberapa Prasasti Bali Kuno. Tabuh rah bertujuan untuk yadnya bukan untuk judi tergambar didalam: . Manawa Dharmasastra V.45, yaitu “Yo’himsakaani bhuutani hina. Tyaatmasukheashayaa, sa jiwamsca mritascaiva na, Kvacitsukhamedhate” “Ia yang menyiksa mahluk hidup yang tidak berbahaya dengan maksud untuk mendapatkan kepuasan nafsu untuk diri sendiri, orang itu tidak akan pernah merasakan kebahagiaan . Ia selalu berada dalam keadaan tidak hidup dan tidak pula mati.” . Manawa Dharmasastra Buku IX (Atha Nawano Dyayah) sloka 221 sampai 228 dengan jelas menyebutkan adanya larangan mengenai judi. Sloka 223 membedakan antara perjudian dengan pertaruhan. Bila objeknya benda-benda tak berjiwa disebut perjudian. Misalnya uang, mobil, tanah dan rumah. Sedangkan bila objeknya mahluk hidup disebut pertaruhan. Misalnya, binatang peliharaan,manusia, bahkan istri sendiri. . Dalam epos Bharata Yudha ketika Dewi Drupadi yang dijadikan objek pertaruhan melawan Korawa. Selain itu dalam kitab suci Rg Veda Mandala X. Sukta 34. Mantra 3,10 dan 13 dengan tegas melarang orang berjudi. Berjudi itu dapat menyengsarakan keluarga. Kerjakanlah sawah ladang cukupkan serta puaskanlah penghasilan itu. . Sumber; Lontar Ciwa Tattwa, Yadnya Prakerti , Prasasti Abang A çaka 933, Prasasti Batuan Çaka 944, Lontar Suci Wreti Sesana . Fotodue lan Repost ; @panjak_penglumbarankwn #InfoBudayaBali #baliyangbali #Tradisi #Adat