*Wayang Lemah* ??? Puput ayahan 15/2/2017 ngiring sang hyang ringgit ya ta amolah cara ring sobangan mengwi. Wayang lemah adalah pertunjukkan wayang yang tidak dilakukan pada malam hari dan biasanya berkaitan dengan pelaksanaan suatu upacara agama. Pertunjukkan Wayang Lemah hanya boleh dilakukan oleh dalang yang sudah menjalani proses pawintenan (pembersihan diri melalui suatu upacara). Sarana yang digunakan seperti, gedebong pisang, kayu dapdap ( kayu sakti), beras/ padi, uang kepeng, benang tukelan dan linting sumbu minyak kompor. adapun arti simbol dari sarana tersbut: Gedebong pisang : merupakan simbol pertiwi ( tanah). Kayu dapdap : merupakan simbol jiwa yang membuat manusia menjadi hidup dan kayu dapdap juga merupakan contoh tumbuh-tumbuhan yang mudah untuk hidup, jadi disini juga diharapkan agar kehidupan di bumi ini menjadi lebih mudah. Beras/padi : merupakan simbol Betari Sri, karena manusia tidak akan mungkin bisa hidup  tanpa ada anugrah dari Betari Sri berupa beras. Uang kepeng :simbol Sang Hyang Sedana ( Dewa uang), manusia dalam hidupnya sangat memerlukan uang untuk memenuhi kebutuhannya. Benang tukelan : merupa untuk memenuhi kebutuhannya. Benang tukelan : merupakan simbol angkasa. Lintingan sumbu : merupakan simbol Surya ( matahari). Kropak wayang : Simbol bumi tempat manusia hidup. Wayang: Semua wayang yang ada didalam kropak itu adalah simbol dari sifat dan watak tokoh manusia manusia. Semoga Semua Berbahagia . . . Repost @ekaparisuda #infobudayabali #megender #gender #genderbali #wayang #wayanglemah #BudayaBali